Jumat, 04 Mei 2012

BOS......


Bantuan Operasional Sekolah
Cerpen
 oleh :Zaini Addimawy
Pagi itu suasana gaduh mewarnai kediaman Bu Tuti, seorang janda yang ditinggal mati suaminya saat bekerja di penggalian pasir dua tahun lalu “Ayo Sekolah!!” bentak Bu Astuti pada anaknya yang kelas VI di SDN Mekar Rahayu itu, tampak anaknya diam seakan ada yang tersimpan di dadanya, yang sejak tadi mau dikeluhkan kepada ibunya. “Aku tidak mau Sekolah!! Sebelum dibelikan LKS” Kata Dadi Anaknya itu. ”Ibu tidak punya uang” ibunya menjawab.”Kalau tidak mau sekolah lebih baik kerja gali pasir aja di sana” sambil mengacungkan jari telunjuknya Bu Tuti menunjukkan lokasi penggalian pasir, yang memang warga kampung itu yang kebanyakan tidak lulus Sekolah Dasar bekerja sebagai penambang pasir. Pagi itu akhirnya Dadi tidak Sekolah sebagaimana sejak seminggu terakhir ini.
                Hari berikutnya tampak Dadi pagi-pagi sudah berada di persimpangan jalan untuk mengatur jalan menjadi Pa Ogah yang mengatur mobil yang keluar masuk dari dan menuju lokasi penggalian pasir. Tampak tangan kirinya memberi isyarat mobil untuk berhenti sedang tangan kanannya berisyarat sebaliknya. Pa Sopir yang diberi isyarat mengerti yang dimaksudkan Dodi, pa Sopir pun lewat dengan meberikan uang recehan kepada Dodi.
                Tet..tet…Bunyi bel motor Pa Udin Kepala Sekolah yang lewat di persimpangan arah penggalian pasir dan jalan kearah Sekolah menyapa Dedi anak pengatur jalan yang dia kenal sebagai salah satu murid di sekolahnya.Setelah sampai di Sekolah Pa Udin yang bertubuh besar penuh lemah itu memarkir motornya di depan sekolah berjalan tegap dengan percaya diri masuk ke kantor sekolah.
Jam di dinding kantor menunjukkan pukul 10.10 saat kepala Sekolah masuk kedalam ruangan kantor, saat itu guru-guru yang kebetulan berkumpul di kantor yang sedang mengisi jam Istirahat itu akhirnya membubarkan diri saat kepala sekolah masuk ke kantor tampak ketidaksenangan guru-guru kepada kepala sekolahnya. “Silahkan makan semua uang Bos!!” gerutu Pa Zen sambil keluar ruangan, yang sejak tadi bersama guru yang lain membicarakan watak kepala Sekolah yang suka berfoya-foya dengan selingkuhannya sesama guru di sekolah yang lain menggunakan uang BOS, bahkan tidak hanya uang BOS dari pusat saja melainkan uang BOS dari Propinsi serta BSM (Bantuan Siswa Miskin) memang terlalu Kepala Sekolah kita ini” Sahut guru yang lain.
Esok harinya tidak seperti biasamya langit tertutup mendung tebal yang menandakan hujan lebat akan segera datang,Pa Udin dengan hati gundah setelah bertengkar dengan istrinya pergi ke sekolah yang jarang dilakukannya meski jabatannya sebagai Kepala Sekolah.
Gerimis sudah mulai turun, Pa Udin dengan jas hujannya berangkat menuju ke sekolah. Hujan semakin lebat saat Pa Udin melewati persimpangan jalan ke arah sekolah dan arah ke penggalian pasir. tampak pada hari itu para penggali pasir tidak sedang bekerja karena cuaca yang begitu gelap serta hujan lebat.Dari kejauhan terlihat air menggerus permukaan bukit yang digali oleh penambang, sedikit demi sedikit bukit yang sudah gundul itu pun mulai tergerus, tampak air begitu perkasa sehingga pepohonan mulai tumbang dan terbawa arus bercampur lumpur, Pak Udin akhirnya terjebak diantara derasnya air yang mengalir dari bukit penambang pasir yang longsor. “Tolong…tolong….” Teriak Pa Udin meminta tolong, namun gelapnya suasana serta hujan lebat pada saat itu sehingga tidak ada seorang pun  yang mendengar, akhirnya teriakan Pa Udin berakhir saat batang pohon besar yang tumbang terbawa arus air yang deras itu menghantam tubuhnya dan saat itu dunia menjadi gelap bahkan semakin gelap untuk selama-lamanya,Pa udin meninggal akibat longsornya bukit galian para penambang.

Senin, 23 April 2012

Mengenang Sang Kyai Cuwati (Mungkin) Pertama

MENGENANG SANG KYAI MUHAMMAD HUSAIN
(Penulis adalah cucu beliu)
Muntholib Ibnu Muhammad Husain
Kyai, khususnya di pulau Jawa mempunyai makna yang luas, tidak sekedar guru Agama, kyai juga terkadang menjadi sosok yang diminta bantuannnya untuk mengobati, pemimpin ritual serta ceremonial budaya, serta tempat curahan hati setiap permasalahan kaumnya dan sebagainya dan sebagainya.
Di Desa Poncoharjo Sendiri kyai mempunyai  makna yang luas karena disini terdapat sebuah penghormatan sekaligus materi (mesiki tidak semuanya) karena mendapat bagian sawah garapan.
Salah satu Kyai yang merupakan Kyai pertama yang datang (boleh dikatan demikian) di Desa Poncoharjo adalah Kyai Muhammad Husain yang tidak lain adalah ayah dari Kyai Raehan. Berikut kami akan paparkan beberapa kisah dari sang Kyai Muhammad Husain yang diambil dari kisah para penduduk (Namun ini hanyalah sebuah kisah yang secara telaah keilmuan belum bisa dijadikan landasan ilmiah)
  • Latar Belakang
Kyai Muhammad Husain tidak (tepatnya belum) diketahui secara pasti kapan dan dari mana Kyai ini datang, namun demikian ada yang mengatakan Kyai Muhammad Husain datang dari selatan Kecamatan Wedung Demak (sekali lagi ini perlu pembuktian)
  • Perawakan
Menurut beberapa orang, Kyai Muhammad Husain berkulit putih bertubuh besar dan berkumis serta berjenggot, badannya tegap gagah dan berwibawa, serta rambutnya panjang terburai ke bawah.
  • Perjuangan dan Peninggalan
Kyai Muhammad Husain tidak hanya sekedar Kyai namun juga pejuang, konon Kyai Muhammad Husain pernah membantu Tentara Nasional Indonesia untuk bersembunyi di tempat yang aman. Karena tahu bahwa yang meyembunyikan pejuang adalah sang Kyai, maka Kyai Muhammad Husain ditarik dengan mobil tank dengan diikat rambutnya yang panjang itu ke mobil tank tersebut.
Adapun peninggalan beliu saat ini adalah sebuah musholla yang masih berdiri tegak tepatnya di depan rumah K. Raehan yang saat ini sedang dipugar.
  • Jabatan Pemerintahan
Disamping menjadi seorang Kyai, K. Muhammad Husain juga menjabat sebagai Modin, yakni petugas pemerintah yang bertugas di desa dengan tugas pokonya adalah bidang keagamaan khususnya perihal kematian dan pernikahan. Untuk tujuan inilah menurut hemat penulis Kyai ini datang sebagai pelaksanaan tugas yang diberikan oleh pemerintah kecamatan saat itu.
  • Makam Sang Kyai
Kyai Muhammad Husain dimakamkan di makam yang berada di kampung K. Raehan.
Demikianlah kisah singkat Kyai Muahmmad Husain, semoga kita dapat mengambil hikmah teladan dari beliu sekaligus menghidupkan kembali ajaran dan perjuangannya.
Untuk mengenang jasa-jasa beliu salah satu caranya adalah menjaga peninggalannya agar  tetap berdiri tegak yakni Musholla dan kebetulan Musholla ini sekarang sedang dipugar.
Kami mengetuk para dermawan untuk turut serta membantu, baik moral maupun spiritual. Dan bantuan langsung dapat diserahkan kepada panitia pembangunan Musholla yang berada di Kampung Kyai Raehan.
Sedikit mengingatkan, AL Qur’an Surah Al Baqarah ayat: 261, sudah Menjelaskan.

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya:
Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah itu laksana biji yang tumbuh bercabang tujuh,  di setiap cabangnya seratus biji.Allah melipatgandakan kepada orang yang Dia kehendakai dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui”

Wallahu 'alam bissawab...

Sabtu, 21 April 2012

DUEL EL CLASSICO


Serba Serbi El Classico 
(Duel klassik antara Barcelona dengan Real Madrid) 
 ال حرف تعريف اواللام فقط # فنمط عرّفت قل فيه نمط
Bagi yang pernah belajar Al Fiyyah Ibnu Malik, ketika melihat bait syair di atas tentunya tahu maksud dari bait itu. Namun saya bukan akan membahas syair itu secara utuh namun akan mengkaitkannya dengan nama-nama istilah Spanyol yang sering diawali dengan kata “EL”
Bait syair  di atas menjelaskan tentang huruf “Alif  LAM” atau yang sering disebut dengan “ال” yakni AL adalah huruf yang berfungsi untuk menjadikan kata umum menjadi kata khusus.
Kita tahu bahwa pengarang kitab AL Fiyyah adalah Ibnu Malik Al Andalusi (Spanyol), berkaitan dengan Negara Spanyol ini, Islam Masuk ke negara ini Saat Sang Jenderal Pahlawan Islam Tariq Bin Ziyad Menyerbu Ke Andalusia bersama tentaranya yang melewati Jabal Tarik (Selat Giblatar)kemudian dibakarlah semua kapal yang ditumpangi para tentara Islam dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat juang para tentara karena yang dihadapi adalah musuh yang amat sangat kuat dengan kekuatan tentara yang sangat besar, yakni jika kapal sudah dibakar maka tentara Islam tidak akan berpikir lagi untuk mundur sehingga semangat untuk memenangkan peperangan semakin besar, akhirnya terbukti Islam menang dalam pertempuran itu.
Ketika pemerintahan Islam dipegang oleh Bani Abbasiyah di Baghdad Irak, Abdurrahman Addahil yang keturunan Bani Umayyah ini kemudian bersembunyi di Andalusia Untuk menghindari pengejaran tentara Bani Abbasiyah di Baghdad. DI Sepanyol Abduurahman Addahil Kemudian Menyusun Kekuatan serta  mendirikan kerajaan dan pemerintahan Sendiri yang merdeka dari pemerintahan Bani Abbasiyah di bagdad, yang kemudian dikenal dengan Bani Umayyah II di Andalusia.
Karena Abdurrahman Addahil inilah Spanyol menjadi maju dan bahkan menjadi pusat Studi Ilmu pengetahuan terbesar di seluruh dunia dan menjadi tempat orang-orang barat mencari ilmu.
Namun ketika perang salib dikumandangkan  maka perang sampai juga di Andalusia dan Islam menajdi hancur di Spanyol, Namun demikian sisa-sisa peninggalan Islam masih ada sampai sekarang. Dan menurut hemat saya adalah salah satunya perpaduan bahasa Sepanyol dengan Arab yakni “AL” yang kemudian ditulis “EL” yang menandai makna kekhususan seperti halnya “The” dalam bahasa Inggris, hal ini dapt kita lihat dari kata El Barca dan El Classico, yang menunjukkan klub Barcelona dan duel klassik antara Barcelona dan Real Madrid.
Wallahu A’lam Bissawab
(diambil dari Beberapa Sumber,Mohon dikoreksi kalau salah)
By:Zaini Addimawy

Rabu, 01 Februari 2012

KATAKAN TIDAK Pada Mistisme dan Perdukunan

KRITIK SOSIAL WARGA KAMPUNGKU

Kehidupan yang sudah modern ini tidak begitu mempengaruhi terhadap kehidupan sosial warga kampung Desa Poncoharjo, betapa tidak, desa yang terletak di Kecamatan Bonang Kabupaten Demak ini kehidupan sosialnya masih di pengaruhi oleh mistisme yang sangat kental, latar belakang pendidikan menjadi sumber awal ketika warga kampung ini masih begitu kuat kepercayannya terhadap tahayyul. Sebagai contoh tiga tahun belakangan hampir di tiap tahun setelah idul fitri kejadian demi kejadian kadang silih berganti, yang paling mutahir adalah kejadian hantu cekik yang begitu menjadi fenomena.

Berkaitan dengan hantu cekik ini adalah, ketika ada warga kampung asal desa ini ada yang memuja ke Ratu Pantai Selatan untuk mencari pesugihan dengan cara membunuh atau mencari korban dengan dicekik, jika mendapatkan satu korban si pelaku pesugihan akan mendapat satu peti uang yang akan merubah kehidupan sosial pelaku pesugihan tersebut.

Selain itu ada juga yang menggunakan pesugihan berupa meminta bantuan terhadap hantu cebol atau yang kita kenal dengan tuyul. Sebagai contoh jika pelaku pesugihan tuyul itu ingin melakukan sumbangan terhadap pesta pengantenan misalnya maka, amplop yang tanpa nama itu akan hilang isinya alias kosong, meski ada orang yang dengan sengaja memisahkan amplop pemberian orang yang diduga pelaku pesugihan tuyul tersebut, karena memang di kampung ini pemberian kadang masih berupa datang langsung yakni dengan memperlihatkan kedatangannya.

Selain itu ada juga isu yang tersebar yaitu dengan datang secara bersama antara dua orang lawan jenis yang bukan muhrim dewasa ke salah satu tempat pemujaan di Gunung Kemukus Kabupaten Grogoban Jawa Tengah yakni dengan melakukan hubungan suami istri disana.lalu setelah pulang mereka merahasiakan perilakunya karena hanya satu orang saja yang akan berhasil, setelah salah satu berhasil maka pihak yang kaya harus membantu ke pihak yang tidak berhasil.

Ada juga pemujaan yang lain yang tersebar di masyarakat desa ini yakni ada juga yang kaya karena berserikat dengan hantu ular yakni harus membuat tempat khusus dengan ritual-ritual khusus untuk melakukan hubungan suami istri dengan iblis tersebut . dan sebagainya dan sebagainya.

Selain yang terlihat sangat jelas sifat persekutuannya, ada juga yang terbalut dengan bersifat ritual keagamaan, yakni dengan melakukan upacara-upacara pembacaan teks sejarah ulama di tempat pohon besar yang dipercaya merupakan petilasan dari sesepuh yang dipercaya mempunya kekuatan magis. Karena memang diyakini oleh penduduk setempat di desa ini banyak sekali leluhur yang berpengaruh terhadap kehidupan penduduk setempat.

Semoga kita terhindar dari persekutuan dengan selain Allah, cukuplah Allah menjadi penolong terhadap apa yang kita usahakan.

Sabtu, 28 Januari 2012

MY VIDEO

video
Ini adalah album kenangan ketika pernikahan dulu baik buruknya sebuah album menjadikan kenangan yang tiada berakhir...

Jumat, 12 Agustus 2011

kelahiran bayiku

MY BABY STORY

Perjalanan seseorang dengan seseorang yang lain tidaklah sama, tentunya hal tersebut berlaku bagi kelahiran anakku yang tersayang.

Malam itu malam jum’at sekitar pukul 3 pagi istriku tersayang mengalami mules-mules pertanda adanya kontraksi dari bayi yang ada dalam kandungan untuk menuju ujung ‘pelawangan’ rahim istriku. Namun hal itu tidaklah berjalan terus menerus namun perlahan-lahan menuju persalinan yang sebenarnya.

Esok harinya sekitar jam delapan pagi proses persalinan mulai menunjukkan pertanda kemajuan hal ini terbukti dari keluarnya semacam cairan kental dari rahim istriku, namun demikian hal ini tidaklah berjalan lama berhenti begitu saja.

Dua jam kemudian...


Proses persalinan yang panjang menambah rasa sakit ketika mengalami pembukaan pada rahim istriku hampir pasti dibarengi dengan jeritan memilukan. Pertanda itu kembali muncul, cairan yang kedua kembali keluar dari rahim istriku namun disertai dengan keadan yang payah, dengan menangis kesakitan istriku menahan perih yang menyertai proses persalinan.

Sore itu sekitar jam 5.30, istriku sudah tidak kuat lagi untuk menahan sakit yang membelenggunya akhirnya, kami membawanya ke Rumah Bersalin yang menjadi tempat periksa kandungan istriku selama ini, akhirnya bidan memeriksa kandungannya, namun setelah diperiksa akhirnya istriku hanya pasrah menunggu keberlanjutan pembukaan rahimnya, karena sejak kedatangan istriku di rumah bersalin itu baru pembukaan 3-4, sehingga masih menunggu dengan jangka waktu yang cukup lama.

Dalam proses perkembangan pembukaan itu praktis tangisan pilu mengiringi, seperti jeritan kesakitan, memukul suami memukul ke dinding kamar dan sebagainya. menurut perkirakan bidan tersebut lahir jam 10 malam.

Jam sepuluh malam waktu yang dinantikan untuk kelahiran anakku sudah tiba, namun orok yang di dalam tak nampak mau keluar, tenaga istriku sudah mulai terkuras karena berulang kali harus mengeden mendorong anakku keluar.

Ditengah kegalaun hati dengan berunding terlebih dahulu dengan anggota keluarga akhirnya kami sepakat untuk membawa istriku ke Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Di tengah perjalan menuju Rumah Sakit istriku terus menjerit kesakaitan akhirnya sekitar pukul 1.10 dini hari kami beserta istriku tiba di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Proses adminstrasi selesai akhirnya istriku di bawa ke ruang persalinan lantai bawah. Kamipun disuruh keluar oleh petugas. Dengan perasaan was-was kami menunggu sedangkan saya ikut ke dalam menemani istriku yang masih terus menjerit kesakitan. Akahirnya bidan memberikan suntikan yang menurut istriku adalah untuk mengeluarkan isi perut berupa makanan, betul setelah beberapa detik makanan yang sore itu dimakan keluar semua.

Sambil menunggu dokter, istriku terus berjuang melawan rasa sakit. Sedangkan aku begitu setia menemani istriku yang berjuang melawan maut.

Sejam kemudian tiba dokter yang belakangan kami ketahui bernama Dr. Gunawan Sp. OG yang merupakan dokter sepesial bedah yang akan mengoperasai cesar istriku

Hampir pukul dua sudah ketika sang dokter memberitahukan kami untuk berdo’a atas keselamatan istriku dalam menjalani operasi cesar itu. Kamipun dengan khusu’ menengadahkan tangan kami untuk keselamatan istriku, degan sedikit meneteskan air mata yang sejak tadi sulit terbendung kami berdoa.

Akhirnya sabtu jam 02.10 pagi anakku lahir. Seorang anak laki-laki ynag tampan dengan berat 2.8 kilo serta panjang 47 centimeter yang belakangan kami namakan dia dengan MUHAMMAD HUSNUZEN EL MUBARAK (محمد حسن الزين المبارك).


Namun sejak kelahirannya istriku baru sekali bertemu dengannya karena berbeda ruang namun keesokan harinya baru kami berdua bertemu dengan anakku yang masih merah bersegel dilengannya menunjukkan tanda anak kami.

Lima hari lamanya kami menghabiskan waktu di rumah sakit www.rsisultanagung.co.id begitu lama seakan waktu berjalan. Di hari pertama pasca kelahiran istriku masih memakai infuse serta kantong urine di samping tempat tidurnya dengan posisi masih tidur terlentang serta puasa bicara selama 2 jam lamanya baru esok harinya istriku bisa miring ke kiri dan kanan dengan infuse serta kantong urin masih terpasang. Hari ketiga infuse serta kantong urin sudah mulai dicopot serta diharuskan istriku untuk duduk kemudian berjalan begitu seterusnya sampai memungkankan untuk berjalan normal seperti biasanya. Disamping itu makanan yang dimakan juga diatur sedemikian rupa misalnya hari pertama dan kedua pasca operasi masih makan bubur dengan lauk yang dihaluskan hari berikutnya menjadi nasi lembek dan akhirnya makan nasi seperti biasa dangan lauk biasa. Menu makanan yang disediakan harus dimakan semua agar luka bekas operasi cepat sembuh.

Demikian kisah perjalanan lahirnya anakku tersayang semoga bermanfaat dengan berbagi pengalaman.

Wassalam…

video